Varian baru COVID-19 Delta dan Omicron sedikit menekan laju pemulihan ekonomi Indonesia di tahun 2021. Secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 diperkirakan mencapai 3.7% atau terkoreksi lebih rendah dari perkiraan di awal tahun yakni 4.4%.
Dikutip dari markiteconomic.com temuan varian Omicron sempat menekan nilai PMI (Purchasing Managers’ Index) di November 2021 ke 53.9, setelah 3 bulan berturut-turut naik hingga puncak- nya 57.2 pada October 2021. Meski demikian IKKI (Indeks Keya- kinan Konsumen Indonesia) sendiri masih terjaga tinggi yakni sebesar 118.5 pada November 2021 atau naik 4.5% dibandingkan bulan sebelumnya. Sejalan dengan informasi ini Bank Indonesia juga mencatat peningkatan order dari pasar local selama tiga bulan terakhir. Sayangnya permintaaan pasar ekspor Indonesia malah cenderung turun. Hal ini sudah berlangsung dalam lima bulan terakhir. Breakout COVID-19 di US dan Eropa serta perlam- batan ekonomi di China menjadi pemicu lemahnya permintaan ekspor di semester dua tahun 2021.
Perkembangan industri pengemasan sangat lekat dengan pen- ingkatan daya beli dan kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal terutama consumer goods. Meskipun pada akhir tahun ini demand ekpor melemah, namun kecenderungan peningkatan permintaan pasar lokal masih cukup baik untuk menjanjikan per- tumbuhan market packaging di tahun 2022 sebesar 4-7%.