Produsen Plastik, Kertas, dan Gelas Dalam Negeri

  • Home
  • Produsen Plastik, Kertas, dan Gelas Dalam Negeri

Industri plastik di Indonesia masih terus mengupayakan realisasi investasi sebesar 28 miliar USD yang ditujukan pada peningkatan kapasitas produksi plastik dalam negeri dalam jangka 5-10 tahun kedepan. Ada pun wujud nyata dari proyek investasi ini berupa pengadaan new production facility untuk PE dan PP, peningkatan kapasitas unit existing, upgrade infrastruktur, dan persiapan SDM (setara diploma) yang dibutuhkan industri plastik. Investasi jangka menengah ini penting untuk meningkatkan persentasi kom- ponen dalam negeri pada produk pengemasan Indonesia.

Secara operasional, selama 2021, produsen plastik hulu masih mampu menjaga operating rate di level 70-90% kapasitas dan tidak melakukan lay-off terhadap karyawan tetap. Hal ini menunjukkan bahwa industry plastik Indonesia masih cukup resilient da- lam menghadapi tantangan pasca COVID-19.

Perkembangan lain terkait plastic packaging adalah program daur ulang plastik. Di tahun 2020, Kementerian Perindustrian menghimbau daur ulang kemasan botol plastik sebagai bagian program Sustainable Growth Development / SGD. Di tahun 2021, himbauan daur ulang juga mulai diperluas ke kemasan fleksibel. Daur ulang kemasan fleksibel multi la-yer jauh lebih sulit dibanding dengan kemasan botol. Hal ini dikarenakan kuantitas untuk collecting yang lebih kecil dan sistem multi layer kemasan fleksi- bel saat ini tidak recyclable. Adapun langkah yang diterapkan perusahaan MNC dan pemerintah untuk mengupayakan daur ulang kemasan fleksibel adalah dengan melakukan edukasi ke konsumen serta membangun kerjasama dengan organisasi daur ulang seperti ADUPI dan IPRO, serta memperbaiki desain kema- san fleksibel kearah mono material packaging tanpa menurunkan fungsionalitas dan kualitas dari packaging itu sendiri.

Industri kertas dalam negeri mencatat pertumbuhan produksi. Issue pembatasan plastik memberikan dampak positif bagi in- dustri pengemasan berbahan kertas yang dianggap lebih ramah lingkungan. Tercatat Tjiwi Kimia dan Indah Kiat mengalihkan proporsi business mereka dari kertas budaya ke kertas industri yang salah satunya untuk memenuhi kebutuhan kemasan kertas. Penggunaan corrugated packaging untuk online shopping dan kotak laminasi untuk food delivery meningkat sepanjang 2021.

Industri gelas Indonesia terus berusaha mengoptimalkan peng- gunaan energy dalam proses produksi. Ada pun beberapa tindakan yang diupayakan melalui optimasi pembakaran dan meningkatkan komposisi gelas recycle untuk menekan melting temperature dan menekan konsumsi energy dalam produksi ke- masan gelas.